Warga Gelar “Selamatan Tempe” di Jalan Rusak Watusalam–Karangdadap, Soroti Lambannya Perbaikan Infrastruktur

TERKINI 23 Jun 2026 19:50 2 min read 74 views By Tomi Iskandar

Share berita ini

Warga Gelar “Selamatan Tempe” di Jalan Rusak Watusalam–Karangdadap, Soroti Lambannya Perbaikan Infrastruktur
menghadapi kondisi jalan yang rusak parah, warga di ruas penghubung Jalan Watusalam menuju Karangdadap menggelar aksi unik berupa “selamatan tempe”

PEOBER.MY.ID | Pekalongan – Kreativitas warga dalam menyuarakan aspirasi kembali terlihat di Kabupaten Pekalongan. Setelah bertahun-tahun menghadapi kondisi jalan yang rusak parah, warga di ruas penghubung Jalan Watusalam menuju Karangdadap menggelar aksi unik berupa “selamatan tempe” pada Minggu (22/6/2026).

 

Dalam kegiatan tersebut, warga membagikan tempe mentah kepada para pengguna jalan yang melintas. Aksi simbolis itu dilakukan sebagai bentuk doa dan harapan agar para pengendara yang setiap hari melewati jalan berlubang dan bergelombang tersebut dapat selamat sampai tujuan.

 

Menurut warga, kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki telah lama menjadi keluhan masyarakat. Permukaan jalan yang rusak, berlubang, dan tidak rata dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat musim hujan maupun pada malam hari ketika jarak pandang terbatas.

 

“Ini bentuk keprihatinan sekaligus doa bersama. Kami berharap tidak ada lagi korban kecelakaan akibat jalan rusak,” ujar salah seorang warga yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

 

Aksi pembagian tempe mendapat respons positif dari para pengendara. Selain sebagai simbol kesederhanaan dan kebersamaan, tempe yang dibagikan juga menjadi pesan bahwa masyarakat masih berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.

 

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki ruas jalan Watusalam–Karangdadap yang menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas masyarakat sehari-hari.

 

Hingga kini, kondisi jalan yang dikenal warga dengan istilah “pateng jeglong” atau rusak tidak merata tersebut masih menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap aksi damai dan kreatif yang dilakukan ini dapat menjadi pengingat bahwa keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama.

PROBER

Recent Articles

Popular Articles